BerandaHukumPerizinan Berusaha & PB UMKU
Panduan
KBLI 01112 Pertanian Serealia Selain Padi dan Jagung: Tingkat Risiko, Perizinan, dan Persyaratannya
Pertanian Serealia Selain Padi dan Jagung masuk KBLI 2025 kode 01112. Berikut ruang lingkup, tingkat risiko per skala usaha, perizinan berusaha, persyaratan, dan kewajibannya menurut PP 28 Tahun 2025.

Setiap kegiatan usaha di Indonesia didaftarkan dengan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Untuk Pertanian Serealia Selain Padi dan Jagung, kodenya 01112 pada KBLI 2025, dengan pembina sektor Pertanian. Kode ini menentukan tingkat risiko usaha, dan dari tingkat risiko itu ditetapkan perizinan yang harus dimiliki sebelum usaha berjalan.
Ruang lingkup
Kelompok ini mencakup kegiatan pertanian serealia selain padi dan jagung, seperti gandum (wheat/oats), sorgum/cantel, barli (barley), gandum hitam (rye), dan jawawut. Pertanian serealia selain padi dan jagung yang dimaksud mencakup kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen yang dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan. Kelompok ini juga mencakup kegiatan penanaman tanaman serealia selain padi dan jagung untuk menghasilkan benih berupa biji.
Padanan dengan KBLI 2020
Pada KBLI 2020, kegiatan ini tercatat dengan kode 01112. Status perubahannya: tetap. Kode 01112 tetap digunakan pada KBLI 2025. Dimungkinkan terdapat penyesuaian berupa perubahan diksi dalam judul atau perubahan dalam uraian. Pelaku usaha yang NIB-nya masih memakai kode lama perlu menyesuaikannya saat memperbarui data di OSS.
Tingkat risiko dan perizinan berusaha
| Ruang lingkup | Skala usaha | Tingkat risiko | Perizinan berusaha | Jangka waktu | Kewenangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Kelompok ini mencakup usaha perbenihan gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi… | Mikro, Kecil | Menengah Rendah | NIB dan Sertifikat Standar | Otomatis | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
| Kelompok ini mencakup usaha perbenihan gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi… | Menengah | Menengah Tinggi | NIB dan Sertifikat Standar | 7 Hari | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
| Kelompok ini mencakup usaha perbenihan gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi… | Besar | Menengah Tinggi | NIB dan Sertifikat Standar | 7 Hari | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
| Kelompok ini mencakup usaha pertanian gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi satu… | Mikro, Kecil | Rendah | NIB | Otomatis | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
| Kelompok ini mencakup usaha pertanian gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi satu… | Menengah | Menengah Rendah | NIB dan Sertifikat Standar | Otomatis | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
| Kelompok ini mencakup usaha pertanian gandum mulai dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan juga pemanenan dan pascapanen jika menjadi satu… | Besar | Menengah Tinggi | NIB dan Sertifikat Standar | 7 Hari | Bupati/Walikota; Gubernur; Menteri/Kepala Badan |
Tingkat risiko final mengikuti hasil di sistem OSS, yang juga memperhitungkan skala usaha dan lokasi kegiatan.
Persyaratan
Persyaratan berikut berlaku untuk perizinan berusaha pada kode ini. Sebagian hanya berlaku pada skala usaha atau tingkat risiko tertentu.
- Bukti penguasaan lahan usaha
- Bukti lokasi produksi benih bukan daerah endemis dari institusi yang berwenang
- Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih
- Surat Keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi yang berwenang
- Surat pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan
- Dokumen rencana kerja usaha budidaya
Kewajiban setelah izin terbit
- Bukti penguasaan lahan usaha
- Lokasi produksi benih bukan daerah endemis dari institusi yang berwenang
- Bukti penguasaan sarana untuk produksi benih atau untuk peredaran benih
- Memiliki Keterangan kelayakan teknis sebagai produsen atau pengedar benih dari institusi yang berwenang
- Surat pernyataan memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang perbenihan
- Menerapkan budidaya tanaman yang baik (good agriculture practices)
- Menyampaikan laporan perkembangan usaha kepada Menteri Pertanian
- Menerapkan budidaya tanaman yang baik dan benar (good agriculture practices)
- Menerapkan standar mutu benih
- Membuktikan lokasi produksi benih bukan daerah endemis OPT
- Memiliki keterangan kelayakan teknis sebagai produsen benih dari institusi yang berwenang
- Menerapkan cara budidaya tanaman pangan yang baik (good agriculture practices)
- Menyampaikan laporan perkembangan usaha meliputi: a. laporan penggunaan bahan baku, b. laporan proses produksi dan c. laporan pemasaran. Laporan disampaikan minimal setiap 1 tahun sekali kepada Menteri Pertanian.
- Menyampaikan laporan perkembangan usaha meliputi: a. laporan penggunaan bahan baku, b. laporan proses produksi dan c. laporan pemasaran. yang disampaikan minimal setiap 1 tahun sekali kepada Menteri Pertanian.
- Menggunakan sarana produksi dalam negeri, kecuali tidak tersedia di dalam negeri.
- Proses produksi wajib menggunakan tenaga kerja warga Negara Indonesia.
PB UMKU yang mungkin diperlukan
Selain perizinan berusaha, kegiatan ini dapat memerlukan Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) berikut, bergantung pada kegiatan yang benar-benar dijalankan.
- Pelepasan Varietas Tanaman Pangan (sektor Pertanian, jangka waktu 6 Hari)
Yang perlu disiapkan pelaku usaha
- Pastikan kode 01112 memang sesuai dengan kegiatan yang dijalankan, bukan hanya mirip namanya.
- Tentukan skala usaha dari modal usaha atau hasil penjualan tahunan, karena skala memengaruhi tingkat risiko.
- Siapkan persyaratan sebelum mengajukan permohonan di OSS, termasuk kesesuaian lokasi dan persetujuan lingkungan bila diwajibkan.
- Catat kewajiban berkala setelah izin terbit, seperti pelaporan dan pemenuhan standar.
Data dalam tulisan ini diolah dari Lampiran PP 28 Tahun 2025 dan sistem OSS per 8 Oktober 2026. Ketentuan dapat berubah, jadi periksa kembali di OSS sebelum mengajukan permohonan. Untuk analisis KBLI dan pengurusan perizinan, ALLMAR Law & Investment dapat dihubungi lewat WhatsApp 0851 2800 2768.
Sumber gambar
- Dokumentasi ALLMAR
Rujukan
- Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Lampiran I
- Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, Badan Pusat Statistik
- Sistem OSS, https://oss.go.id/id/kbli/detail/24e9c9d8-dd45-5405-a820-7ef002c76a84



